7 Gaya Layanan Kepada Pelanggan

Gaya artinya melakukan sesuatu dengan cara Anda sendiri – dengan keyakinan, karisma, dan berkelas.

Berikut 7 cara untuk gaya Anda.

  1. Pasang senyum pada wajah Anda, dan Anda akan membuat mereka tersenyum. Melayani dengan senyum adalah sesuatu yang klise. Tapi jika Anda ingin orang lain mencintai servis Anda, maka lakukan dengan senyum yang tulus. Kata “sincere (tulus)” berasal dari bahasa Latin “sine cire” yang artinya tanpa lilin, bukan kesalahan. Senyum yang tulus membuat orang merasa diterima, nyaman dan meninggalkan kesan yang menyenangkan.
  2. Menciptakan teater hidup. Guru manajemen Tom Peters  mengatakan menmberikan layanan yang baik seperti melakukan pertunjukan. Dan setiap hari adalah peluang emas untuk mencoba sesuatu yang baru. Pikirkan diri Anda seperti seorang pesulap, manajer panggung, pencipta suasana, dan pembawa kebahagiaan. Sekarang siapa yang ketinggalan pertunjukan?
  3. Bangga melayani. Ray Pahl of Kent University mengatakan banyak staf servis melayani orang lain seperti kasar, pekerjaan kelas dua dengan profil yang rendah dan penghargaan yang kecil. Tidak jauh berbeda dari sikap merendahkan.  Jika demikian cara staf Anda memandang servis, maka Anda perlu mendidik kembali mereka dan merubah servis menjadi profesi yang dihargai yang bisa mereka banggakan.
  4. Mengganti praktek yang buruk. Salah satu alasan mengapa dalam beberapa organisasi orang tidak “peduli-konsumen” dikarenakan organisasi tidak menunjukkan caranya. Mereka membeli material kelas-dua, membiarkan kerusakan berlangsung, dan asal-asalan dalam menjawab telepon. Kembalikan gaya kembali kedalam layanan Ande dengan tujuan menjadi yang terbaik disegala hal yang didapatkan pelanggan.
  5. Ubah asumsi Anda. Asumsi lama  mengenai staf bisa menghambat dalam menyampaikan gaya layanan pelanggan. Jika Anda yakin staf front-line Anda tidak bisa membuat keputusan sendiri, hanya berminat pada pekerjaan mereka, dan membutuhkan perintah orang lain, maka Anda perlu memikirkan kembali asumsi Anda.
  6. Lebih dekat dengan pelanggan Anda. Saat organisasi fokus pada kebutuhan pelanggan dibandingkan kebutuhannya sendiri, dia akan menjadi seorang rekan, teman. Misalnya, bisnis South West Airlines di Amerika mengundang pelanganggan mereka untuk bergabung dalam panel rekruitmen saat membutuhkan staf  baru. Dan di Inggris, staf retail kosmetik  Body Shop mendapatkan gaji setengah hari dalam cuti bulanan untuk bekerja di proyek lokal di mana pelanggan mereka tinggal. Dengan demikan akan semakin dekat dengan pelanggan Anda.
  7. Tetap mengerjakannya. Layanan pelanggan tidak terjadi dalam sekejap.  Anda harus mengerjakannya dan begitu juga dengan tim Anda. Ini bisa berarti mengubah perilaku buruk seperti “terbaik kedua OK”. Atau mengupdate asumsi manajemen yang mengatakan staf tidak bisa mengambil keputusan untuk pelanggan . (Atau mereka bisa!). Tapi dilain waktu giliran Anda untuk bertanya.

Menerapkan 7 kebiasaan ini dan Anda akan segera menemukan tidak hanya memberikan sentuhan lain pada kehidupan pelanggan Anda, tapi juga memberikan sesuatu yang khusus pada diri Anda. (Sumber)

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s